Akhirnya setelah nyaris 2 minggu dalam kondisi hiatus, gue mulai naek ke gigi 1, yah udah mulai kerja dikit2 (dikit banget).
Anyhow…enuff for the work stuff, sekarang waktu nya pikirkan weekend. Soalnya Juni, temen lama dari batam, hendak datang sore ini. Plan nya sih cumin mau muter2 doang di daerah bukit bintang malamnya, terus di ikutin oleh berputer-puter di daerah Genting Highland ke esokan hari nya. Selain nyobain theme park nya ( ada yg bilang bagus, ada yang bilang bagusan dufan), ada rencana juga untuk nyobain casino nya. Ada regulation memang, malay moslem gak bisa masuk ke sana, cuman kan kita orang-orang indon, jadi nya di luar dari peraturan (hope so ).
Pengen cerita dikit soal KL.
Yang pasti nya, menyebut soal KL, tanpa involve kota2 sekitar nya adalah kesalahan besar. Karena yang aku pahamin disini tuh system kota satelit itu bener-bener jalan. Dan tidak seperti Jakarta yang kota satelit nya hanya berfungsi sebagai tempat orang tidur, di KL sering sekali orang juga bekerja di kota satelit tersebut. Contoh gampang nya yah kantor gue ini.
Cuman disini, kayanya jangkauan untuk public transportation masih kurang, sehingga orang-orang secara langsung di drive untuk memilki kendaraan. Dan dgn harga mobil yg sama dengan Jakarta, namun penghasilan per kapita orang2 Malaysia lebih besar dari per kapita Indonesia, akibatnya orang-orang di sini jadi membeli mobil. Melihat motor di jadikan kendaraan untuk commuting masih jarang gue lihat disini, lagian kalau gue juga pemilik motor, melihat jarak tempuh yang lumayan (yg brarti bakal pegel tuh pantat ), opsi untuk memiliki mobil menjadi pilihan utama.
Dan satu hal yang gue ampe sekarang belum dapat fix way to determine adalah, bagaimana mencari taksi yang mau argometer. Menggunakan argometer itu, menghabiskan cost sekitar 15-18RM max, dari kantor ke apartment, sekarang tanpa argo itu bisa 30-40 RM. Jadi terus terang bingung juga, masa kota sudah semaju gini, tapi taksi masih model di batam. Dengan keinginan untuk membuat Malaysia menjadi salah atraksi terbesar di asia, factor taksi mesti mendapat perhatian utama dari KL town council.
No comments:
Post a Comment