
Seiring berpindahnya gue ke ibukota 3 tahun yang lalu, sedikit demi sedikit gaya hidup ibukota yang hedonis pun mengalir merasuki jiwa gue..(hah!). Salah satu lifestyle ibukota yang gue jalanin adalah, clubbing alias dugem. Dari awal nya keinginantahuan berubah menjadi kebiasaan, gue biasa clubbing di kota manapun gue berada (kecuali emang gak ada tempat clubbingnya).
Terkadang, kalau lagi terbengong pada saat clubbing, mata pun sering berkeliaran bebas, merekam fenomena-fenomena yang unik (baca: cewe cakep), menggugah (baca:cewe cakep) dan menarik (baca: cewe cakep lagi).
Satu fenomena yang tertangkap, di tengah dentuman speaker yang segede dosa, jam berdentang menunjukkan jam 12malam, asap rokok mengepul, ada seorang anak kecil yang terkadang berumur kurang dari 5 tahun, sedang berada di diskotik. Biasanya anak-anak ini, kalau tidak mata menunjukkan rasa kantuk, sering nya malah mata berpijar karena melihat tontonan baru, atau mungkin heran mengapa banyak orang-orang dewasa bergerak dalam gerak yang sama sekali gak harmonis dan gak beraturan.
Terkadang, kalau lagi terbengong pada saat clubbing, mata pun sering berkeliaran bebas, merekam fenomena-fenomena yang unik (baca: cewe cakep), menggugah (baca:cewe cakep) dan menarik (baca: cewe cakep lagi).
Satu fenomena yang tertangkap, di tengah dentuman speaker yang segede dosa, jam berdentang menunjukkan jam 12malam, asap rokok mengepul, ada seorang anak kecil yang terkadang berumur kurang dari 5 tahun, sedang berada di diskotik. Biasanya anak-anak ini, kalau tidak mata menunjukkan rasa kantuk, sering nya malah mata berpijar karena melihat tontonan baru, atau mungkin heran mengapa banyak orang-orang dewasa bergerak dalam gerak yang sama sekali gak harmonis dan gak beraturan.
Tidak mau berpikiran buruk dan sebagai seorang engineer sejati, yang bergerak dari fakta kemudian ke kemungkinan-kemungkinan, dan di akhiri oleh deduksi :
a. Mumpung lagi ladies night, toh gak ada batasan umur ini
b. mungkin siang nya, tempat clubbing ini adalah daycare centre untuk balita, nah anak kecil ini, mungkin anak yang lupa di jemput ama orang tua nya
c. mungkin tulisan pakar2 selama ini dikoran telah terbukti, kalau pola hidup kebarat-baratan telah meracuni anak-anak muda kita. atau mungkin para pakar salah, pola hidup kebarat-baratan itu sudah meracuni balita-balita kita.

Satu kali seorang temen dan suami nya, bergabung dengan grup clubbing gue, setelah mereka berbelanja di carrefour. Selain membawa berkantong-kantong plastik dan sapu, mereka juga membawa anak mereka yang baru berumur 3 tahun. Akhir pertanyaan gue bisa di jawab langsung oleh sang pelaku utama.
" Gini man, gue tuh ketemuan ama anak gue tuh cukup jarang,dengan berangkat pagi dan pulang malam, jarang banget gue bisa berkumpul dimana anak gue masih bangun, lagian sayang juga mereka dia di tinggalin di rumah kalau gue mau dugem. Biar dah punya anak, gue kan masih punya kebutuhan dan keinginan untuk dugem".