Dari malamnya gue dan aster udah sepakat, kalau besoknya kita mau jalan-jalan ke pantai baron. Sebuah pantai di selatan jogja yang menurut aster memiliki pemandangan yang bagus.
Pagi-pagi pun, gue udah sudah bangun dan langsung mandi.Begitu mandi, langsung deh berubah menjadi seorang ariel peterpan yang tampan ( tanpa seorang pun yang di hamili tentunya ).
Anyhoo, sepertiny sudah menjadi ritual, kalau habis sarapan itu, kita (mungkin belum pantas ya gue memakai kata "kita" -kesan nya udah satu keluarga beneran), kita tetep duduk mendengarkan bokap aster bercerita.
Tidak tahu, apakah gue memang sangat mempesona atau mempunyai daya tarik yang luar biasa, aku merasa kalau crita-cerita bokap aster itu, cerita-cerita yang terutarakan dengan lancar, mengalir dengan tenang, seakan-akan memang bercerita dengan keluarga sendiri. To be honest, gue merasa sedikit terhibur, karena bokap aster bisa membuat suasana menjadi akrab dengan cerita-cerita nya.
Sebagai seorang pencerita, bokap aster bener-bener not bad lah. Dia bisa membuat kita mengikuti ceritanya tanpa bosen, dengan sedikit memberi kesempatan orang bertanya, atau mengulang-ulang hal-hal yang bakalan di anggap menarik.
Ada insiden dikit nih pagi ini, cuman, kalau gue tulis disini, bisa ngamuk si aster... huahahahahha..
Di sela-sela bercerita, bokap aster bertanya tentang tujuan kita hari ini, dan begitu mendengar kata-kata pantai baron, bokap aster langsung menawarkan untuk mengantar kami ke sana. Tiada kata terucap selain anggukan setuju dari gue dan aster.
Perjalanan selama satu setengah jam lebih, menyusuri jalan penuh tanjakan di gunung kidul pun kami tempuh menuju pantai baron. Bayangan gue selama ini bahwa gunung kidul itu daerahnya tandus berat dan banyak batu-batu kapur ( perpaduan antara sahara ama grand canyon gitu deh), langsung punah begitu melihat banyaknya pepohonan tinggi hijau dikiri kanan jalan. Ternyata menurut bokap aster, penduduk gunung kidul melakukan penanaman jati untuk penghijauan daerah itu.
Akhirnya perjalanan satu setengah jam pun kelar, cuman pantai baron bener-bener penuh, akhirnya setir mobil pun di putar, mobil di arahkan bokap aster ke pantai kerakal.
(oke-oke gue admit it, gue memang tidur dalam 2/3 waktu perjalanan... what .. gue kan memang capek)
Pantai Kerakal
Pantai yang mengagumkan. Gulungan ombak setinggi satu setengah meter dari kejauhan, meninggi menjadi 2 meter mendekati pantai sebelum akhirnya pecah menghantam karang-karang pantai. Sekitar 3-5 km dari bibir pantai ( perkiraanku), air laut langsung biru nyaris kehitaman kontras dengan biru terangnya air laut di pantai, menunjukkan betapa dalamnya jurang laut yang terdapat disana.
Ok, cukup deh crash lesson mengenai coastal engineering, pantai kerakal bener-bener bagus. Gue yang awalnya jaga image berat ( hanya membiarkan air laut membasahi sebatas pertengahan betis gue- maksudnya biar jeans gue gak basah gitu loh), akhirnya terpancing juga untuk ikut cebur-ceburan dikit.
Selain memory yang menyenangkan tentang pantai kerakal, gue bener-bener kaget, pada saat bokap aster meminta gue dan aster untuk berpose bareng.
Si aster sih, santai-santai aja tanpa menyadari kalau cowoknya kikuk banget. Gue pikir cuman foto sekali gitu, cuman ternyata gak cukup buat.
Mulai dari pose cowo manja, cowo keren, cowo cuek ( saling membelakangi), cowok berpelukan.. eh cowo berpegangan tangan langsung gue gelar...
wah, terus terang gue udah kehabisan gaya deh.
(reminder setelah ini : please buy some men's health mags or other man mags, to see how male model pose. I need to be ready whenever or wherever an accindental photographer want to take my picture).
Setelah acara foto shooting ini, gak lama kemudian kami pun pulang...
(ya iya, gue sekali lagi ketiduran sepanjang perjalanan ke jogja. Mungkin alasan gue kecapekan, udah capek elo denger... Ini alasan baru, gue memang beruang kutub...puas ???
Wait,,,, gue kayanya gak ketiduran terus kok, gue inget ada singgah makan siang di pondok galih...mmmm, gue suka ikan wadernya... )
Ok, cu next post. Next one will be my last post regarding my travel with such a great and warm family - aster's.
torehan ku di dunia maya, menjadi corong untuk meneriakkan pemikiran ku dalam untaian kata-kata
Tuesday, November 22, 2005
Friday, November 11, 2005
HARI PERTAMA
Ini sambungan Meet The Parents posting.....
Day One
Sesuai rencana,pagi-pagi gue and aster udah jalan ke borobudur. Di awalin oleh sarapan and monologue bokap aster ( asik sih dia bercerita nya, jadi gak bosen dengerin nya), kita pun berangkat ke borobudur.
Setiba di borobudur, kita sempatin dulu deh ke semacam museum gitu. sebenarnya gak yakin juga, ini museum atau pameran foto, isi nya cuman foto2 doang.
Gue sih berharap, ada sedikit cerita tentang borobudur, cerita2 tentang relief nya gitu. ternyata bener-bener isi nya cuman foto-foto gitu.
Borobudur nya sendiri emang keren, di apit pegunungan di ke 3 sisi nya dan hamparan lembah luas yang menghadap laut.
Sedikit diskusi, antara gue ama aster gitu deh, apa mesti nyewa guide untuk nemenin kita mutar-mutar candi. Cuman, kita mutusin, di kunjungan berikutnya aja deh, lagian hari udah mulai panas.
Mulai kita berdua beraksi ngiterin undak pertama borobudur. Kesan pertama, wah keren..., berusaha lah kita mengapresiasi relief ukiran yang ada di candi, dan menggunakan pengetahuan yang kita yang rada minus untuk men impress masing-masing...
aster : " relief di undakan pertama tuh banyak gambar gajahnya"
chris : manggut-manggut
aster : " gajah tuh binatang penting di jaman dulu... dewa nya kali"
chris : " yang gambar cewek naked mana ya ? "
aster : " yang itu gambar raja yang lagi di angkat budak- budak" ( seraya menunjuk relief yang memperlihatkan seseorang yang lagi di gotong rame-rame di atas sebuah kursi)
chris ; (dalam hati) please deh, gue juga bisa nebak......
Kesimpulan : Kami di sana ibarat orang indonesia yang di suruh baca komik rusia. GAK NGERTI SAMA SEKALI BOUWWWW..
Seperti turis indonesia tea, bukti-bukti kalau kami pernah menginjak kan kaki di borobudur, mesti ada. langsung deh,acara chris & aster on camera langsung di mulai di undak pertama.
Selagi berfoto, seorang guide yang membawa rombongan turis lewat. Gak mau rugi, kami pun langung masang kuping :
Guide :" Candi ini di restorasi oleh Belanda menggunakan tenaga kerja lokal sini..".. bla2..menceritakan proses pembangunan candi
Rombongan turis : manggut-manggut
aster & chris : manggut-manggut.
Undakan kedua
Undakan kedua kami puterin dengan kecepatan yang jauh melebihi undakan pertama. sempat bentar juga kita melihat-lihat relief lagi.
aster : " kalau undakan kedua banyak relief pohon kelapanya, padahal ini aneh, disini kan gak ada pohon kelapa"
chris : " nah itu apah ?", sambil menunjuk pohon kelapa yang tumbuh di sebelah candi.
( dalam hati bangga juga gue, berhubung aster sekolah di luar, maka pengetahuan sejarahnya lebih cetek dari pada gue, huahahahhahah...bangga bouw.)
Obrolan kami pun, di putus oleh kedatangan rombongan turis lagi yang bersama seorang guide. Seperti di undakan pertama, kami pun gak mau rugi.... aksi curi dengar langsung di gelar:
guide : " beberapa bagian dari candi ini, merupakan bahan buatan karena yang lama sudah sangat hancur"...bla2...
menerangkan proses restorasi candi
rombongan turis: manggut-manggut sambil mengusap keringat kepanasan
aster & chris : "guide gak ngerti relief-relief ini, makanya cuman nerangin proses konstruksi doang, untung kita gak nyewa "
Kesimpulan : Mending baca buku deh, daripada mengharap guide-guide dengan pengetahuan minus gini.
Undakan ke tiga
Foto-foto
Undakan ke empat
foto-foto lagi.
Kesimpulan : asik loh, foto-foto di borobudur.
Solo.... & Siwo.......
Sepulang kita dari borobudur, bonyok aster pun mengajak jalan-jalan ke Solo mengunjungi pakde aster, Siwo.
Sbelum di sana, di traktir dulu deh di pondok galih... Aduh, bonyok aster ini bener-bener baek... tau banget kalau gue tuh orang nya doyan makan.
Seorang pria yang sangat berbakat dalam bidang seni, berpembawaan riang dan rendah hati itu llah kesan gue tentang siwo.
Begitu, aku berkenalan dengan siwo, dia langsung ngomong :" oh ini yang tinggal di batam itu ya ?"
Dalam hati, gue kaget juga, ternyata aku udah di ceritain oleh bonyok aster kepada siwo.
Sempat sebelum aku masuk ke dalam rumah, bokap aster bercerita singkat, kalau dia ngelamar ibu aster dengan hanya modal Rp. 26000 di tangan dan dengan status masih mahasiswa.
Akhirnya kita pulang deh dari Solo.....
Next day ?.....
Next posting ya
Baru sempet nulis hari ini, bener-bener udah di gas ama kerjaan begitu masuk kantor.....
Day One
Sesuai rencana,pagi-pagi gue and aster udah jalan ke borobudur. Di awalin oleh sarapan and monologue bokap aster ( asik sih dia bercerita nya, jadi gak bosen dengerin nya), kita pun berangkat ke borobudur.
Setiba di borobudur, kita sempatin dulu deh ke semacam museum gitu. sebenarnya gak yakin juga, ini museum atau pameran foto, isi nya cuman foto2 doang.
Gue sih berharap, ada sedikit cerita tentang borobudur, cerita2 tentang relief nya gitu. ternyata bener-bener isi nya cuman foto-foto gitu.
Borobudur nya sendiri emang keren, di apit pegunungan di ke 3 sisi nya dan hamparan lembah luas yang menghadap laut.
Sedikit diskusi, antara gue ama aster gitu deh, apa mesti nyewa guide untuk nemenin kita mutar-mutar candi. Cuman, kita mutusin, di kunjungan berikutnya aja deh, lagian hari udah mulai panas.
Mulai kita berdua beraksi ngiterin undak pertama borobudur. Kesan pertama, wah keren..., berusaha lah kita mengapresiasi relief ukiran yang ada di candi, dan menggunakan pengetahuan yang kita yang rada minus untuk men impress masing-masing...
aster : " relief di undakan pertama tuh banyak gambar gajahnya"
chris : manggut-manggut
aster : " gajah tuh binatang penting di jaman dulu... dewa nya kali"
chris : " yang gambar cewek naked mana ya ? "
aster : " yang itu gambar raja yang lagi di angkat budak- budak" ( seraya menunjuk relief yang memperlihatkan seseorang yang lagi di gotong rame-rame di atas sebuah kursi)
chris ; (dalam hati) please deh, gue juga bisa nebak......
Kesimpulan : Kami di sana ibarat orang indonesia yang di suruh baca komik rusia. GAK NGERTI SAMA SEKALI BOUWWWW..
Seperti turis indonesia tea, bukti-bukti kalau kami pernah menginjak kan kaki di borobudur, mesti ada. langsung deh,acara chris & aster on camera langsung di mulai di undak pertama.
Selagi berfoto, seorang guide yang membawa rombongan turis lewat. Gak mau rugi, kami pun langung masang kuping :
Guide :" Candi ini di restorasi oleh Belanda menggunakan tenaga kerja lokal sini..".. bla2..menceritakan proses pembangunan candi
Rombongan turis : manggut-manggut
aster & chris : manggut-manggut.
Undakan kedua
Undakan kedua kami puterin dengan kecepatan yang jauh melebihi undakan pertama. sempat bentar juga kita melihat-lihat relief lagi.
aster : " kalau undakan kedua banyak relief pohon kelapanya, padahal ini aneh, disini kan gak ada pohon kelapa"
chris : " nah itu apah ?", sambil menunjuk pohon kelapa yang tumbuh di sebelah candi.
( dalam hati bangga juga gue, berhubung aster sekolah di luar, maka pengetahuan sejarahnya lebih cetek dari pada gue, huahahahhahah...bangga bouw.)
Obrolan kami pun, di putus oleh kedatangan rombongan turis lagi yang bersama seorang guide. Seperti di undakan pertama, kami pun gak mau rugi.... aksi curi dengar langsung di gelar:
guide : " beberapa bagian dari candi ini, merupakan bahan buatan karena yang lama sudah sangat hancur"...bla2...
menerangkan proses restorasi candi
rombongan turis: manggut-manggut sambil mengusap keringat kepanasan
aster & chris : "guide gak ngerti relief-relief ini, makanya cuman nerangin proses konstruksi doang, untung kita gak nyewa "
Kesimpulan : Mending baca buku deh, daripada mengharap guide-guide dengan pengetahuan minus gini.
Undakan ke tiga
Foto-foto
Undakan ke empat
foto-foto lagi.
Kesimpulan : asik loh, foto-foto di borobudur.
Solo.... & Siwo.......
Sepulang kita dari borobudur, bonyok aster pun mengajak jalan-jalan ke Solo mengunjungi pakde aster, Siwo.
Sbelum di sana, di traktir dulu deh di pondok galih... Aduh, bonyok aster ini bener-bener baek... tau banget kalau gue tuh orang nya doyan makan.
Seorang pria yang sangat berbakat dalam bidang seni, berpembawaan riang dan rendah hati itu llah kesan gue tentang siwo.
Begitu, aku berkenalan dengan siwo, dia langsung ngomong :" oh ini yang tinggal di batam itu ya ?"
Dalam hati, gue kaget juga, ternyata aku udah di ceritain oleh bonyok aster kepada siwo.
Sempat sebelum aku masuk ke dalam rumah, bokap aster bercerita singkat, kalau dia ngelamar ibu aster dengan hanya modal Rp. 26000 di tangan dan dengan status masih mahasiswa.
Akhirnya kita pulang deh dari Solo.....
Next day ?.....
Next posting ya
Baru sempet nulis hari ini, bener-bener udah di gas ama kerjaan begitu masuk kantor.....
Tuesday, November 08, 2005
Meet the parents
Pernah nonton film "Meet the Parents" ?, film kocak yang bercerita tentang pertemuan seorang calon menantu dengan orang tua ceweknya. Bergulir bermacam-macam komedi bagaimana sang pria berusaha berinteraksi dengan baek ke calon mertua nya.
Ya, akhirnya gue memasuki tahapan "meet the parents". Memanfaatkan libur panjang lebaran ini, aster mengundang gue untuk bermain-main ke jogja, bertemu dengan orang tua nya.
Dengan jujur, gue katakan kalau aku cukup grogi. Belum pernah gue se grogi ini, sejak aku menempuh UMPTN. Apalagi ketika aster bilang, kalau aku bakalan nginap satu rumah dengan mereka di kaliurang, berarti rencana awal untuk menempatkan gue di rumah mereka di perwita pun berubah.
Sebelum berangkat menuju bandara, gue sempatin untuk berdoa barang2 5 menit supaya semua nya pada lancar, agak terasa malu juga mengingat aku sudah cukup lama enggak berdoa selama itu.
Singkat cerita, gue akhirnya tiba di rumah aster di jogja. Salam hangat langsung terutara dari bonyok aster ( gue dengan penuh kesadaran memanggil mereka "om & tante" - aster ga setuju kalau gue panggil mereka "pak & bu".
Gue pun di anterin kesebuah kamar yang nyaman banget di lantai 2, bahkan bokap aster sempet2 nya menunjukkan toilet yang rada rusak.
" Ini monoblock valve nya udah rusak chris, jadi gak mampu nge stop aer lagi " ujar bokap aster seraya menunjuk benda plastik putih yang ternyata adalah monoblock valve.
" Oh valve nya rusak ya om " gue menjawab manggut2.
( dalam hati mikir, eh fungsi monoblock valve apa ya...., bentar2...gue tahu gate valve & check valve....tapi monoblock valve itu apaan ya....???... oh gue baru di sini 5 menit, dan pengetahuan gue udah di tes...hik2...dasar engineer sejati nih bokap aster)
" Ini keran di bawah di buka, tunggu ampe aer penuh di box itu baru di tutup "... aster pun gak mau kalah menerangkan, dengan cara yang super simpel.
" Jadi karena monoblock nya ini udah gak kerja, jadi mesti secara manual. gate valve yang ada di bawah mesti di buka tutup kalau mau isi aer".. bokap aster pun menerangkan prinsip kerja toilet.
" tinggal buka n tutup keran ini ajah" ujar aster sambil memperagakan cara membuka n menutup sang gate valve.
" oh gitu ya om " jawab gue, sambil berusaha mencuekin penerangan aster yang - just do it -, sembari lebih fokus ke penerangan bokap aster yang lebih ilmiah.
Akhir nya crash lesson mengenai prinsip kerja toilet pun, malam itu gue pahamin.
Setelah, kursus singkat mengenai keadaan kamar itu, akhir nya gue pun berangkat tidur.....
Berpikir sejenak sebelum tidur, wah..... it is gonna be a long long vacation with this folks.......
Good nite jogja.
Ya, akhirnya gue memasuki tahapan "meet the parents". Memanfaatkan libur panjang lebaran ini, aster mengundang gue untuk bermain-main ke jogja, bertemu dengan orang tua nya.
Dengan jujur, gue katakan kalau aku cukup grogi. Belum pernah gue se grogi ini, sejak aku menempuh UMPTN. Apalagi ketika aster bilang, kalau aku bakalan nginap satu rumah dengan mereka di kaliurang, berarti rencana awal untuk menempatkan gue di rumah mereka di perwita pun berubah.
Sebelum berangkat menuju bandara, gue sempatin untuk berdoa barang2 5 menit supaya semua nya pada lancar, agak terasa malu juga mengingat aku sudah cukup lama enggak berdoa selama itu.
Singkat cerita, gue akhirnya tiba di rumah aster di jogja. Salam hangat langsung terutara dari bonyok aster ( gue dengan penuh kesadaran memanggil mereka "om & tante" - aster ga setuju kalau gue panggil mereka "pak & bu".
Gue pun di anterin kesebuah kamar yang nyaman banget di lantai 2, bahkan bokap aster sempet2 nya menunjukkan toilet yang rada rusak.
" Ini monoblock valve nya udah rusak chris, jadi gak mampu nge stop aer lagi " ujar bokap aster seraya menunjuk benda plastik putih yang ternyata adalah monoblock valve.
" Oh valve nya rusak ya om " gue menjawab manggut2.
( dalam hati mikir, eh fungsi monoblock valve apa ya...., bentar2...gue tahu gate valve & check valve....tapi monoblock valve itu apaan ya....???... oh gue baru di sini 5 menit, dan pengetahuan gue udah di tes...hik2...dasar engineer sejati nih bokap aster)
" Ini keran di bawah di buka, tunggu ampe aer penuh di box itu baru di tutup "... aster pun gak mau kalah menerangkan, dengan cara yang super simpel.
" Jadi karena monoblock nya ini udah gak kerja, jadi mesti secara manual. gate valve yang ada di bawah mesti di buka tutup kalau mau isi aer".. bokap aster pun menerangkan prinsip kerja toilet.
" tinggal buka n tutup keran ini ajah" ujar aster sambil memperagakan cara membuka n menutup sang gate valve.
" oh gitu ya om " jawab gue, sambil berusaha mencuekin penerangan aster yang - just do it -, sembari lebih fokus ke penerangan bokap aster yang lebih ilmiah.
Akhir nya crash lesson mengenai prinsip kerja toilet pun, malam itu gue pahamin.
Setelah, kursus singkat mengenai keadaan kamar itu, akhir nya gue pun berangkat tidur.....
Berpikir sejenak sebelum tidur, wah..... it is gonna be a long long vacation with this folks.......
Good nite jogja.
Subscribe to:
Posts (Atom)