Friday, March 18, 2005

Keris

Beberapa yang lalu, gue and temen-temen gue lunch bareng. Bersama dengan kita, ikutan juga Pak M ( yah, sebut aja gitu), seorang temen yang umurnya cukup sepuh gitu.

Ya biasalah, kita ngobrol ngalor ngidul gitu. Dari cerita tentang warung pecel lele yang enak sampai ke hobby pak M mengumpulkan keris, tombak de el el, pokoke senjata- senjata kuno gitu.

Filosofi nya mengumpulkan senjata-senjata tersebut ternyata simpel saja, namun cukup dalam menurut gue. Dimulai dari kekaguman nya akan keterampilan orang-orang dulu yang mampu menciptakan sebuah senjata yang dalam satu sisi bisa di anggap sebagai benda seni karena keindahan dan detail-detail nya dan semua tersebut bisa di buat di jaman dimana teknologi belum secanggih sekarang ini.
Dan sayangnya, warisan dari nenek moyang kita ini, jarang sekali ada yang mau menyadari keindahan nya dan lebih jarang lagi ada yang mau merawatnya.

Ada anggapan kalau keris atau senjata pusaka laennya itu berjodoh dengan pemiliknya. jadi bukan masalah apakah kita mempunyai uang atau tidak untuk membeli sebuah keris pusaka tapi apakah sang keris berjodoh dengan sang pemilik.

Pak M kemudian menceritakan, sebuah kisah lama bahwa kalau sebelum Jendral Sudirman, sebelum dia berangkat menuju meda gerilya, dia meminta istri untuk memberikannya sebuah keris.

Dan dengan keris ini, setiap kali Belanda sudah berdekatan dengan pak sudirman, maka pak sudirman tinggal mencabut sang keris pusaka dan mengacungkannya ke langit, dan seketika itu pula hujan akan turun. Abiatnya Belanda tidak akan bisa menemukan pak dirman di balik kelebatan hujan.

Kisah ini langsung membuat gue teringat akan sesuatu. pantes saja pak dirman meninggal karena penyakit paru-paru basah.
Bayangkan setiap hari dia kehujanan karena dia mengacungkan keris pendatang hujan itu setiap kali dia berdekatan dengan belanda. Gak aneh kalau dia terkena penyakit paru-paru basah....

Wah, akhirnya hari ini gue bisa menyingkap seidkit misteri yang menyelimuti kematian pak dirman sang pahlawan kita. ternyata itu semua bermula dari sebuah keris.

well, it just an idea.