Thursday, June 23, 2005

testimonial

Sekitar bulan january tahun lalu, gue mengirimkan bunga kepada cewek gue sebagai ucapan selamat ulangtahun. Berhubung gue lagi ada di balikpapan, gue menggunakan untuk memesan dan mengirimkan bunga langsung ke alamat cewe gue.

tadi iseng2 di internet nge buka website itu lagi, eh, ada nama gue di dalam testimonial hahahahaha...

Sunday, June 19, 2005

Restriani

Di deket kamar kos gue ada sebuah pintu yang selalu tertutup, tidak ada penghuninya. Gue suka beranggapan kalau siapapun yang tinggal di situ kasihan banget, soalnya kamarnya keliatan nya kecil dan panas.
Tadi malam, pas gue baru pulang, gue melihat pintu itu terbuka.
Penasaran gue ngelongok kedalam, dan ketemu ama salah seorang penjaga kos. Dari dia lah gue tahu, kalau ruangan itu ternyata adalah gudang untuk barang-barang yang ketinggalan/ di tinggalkan ama para penghuni kos-kos tersebut, 5 tahun yang lalu.
( gue gak percaya juga sih, masa sampe 5 tahun).

Isi ruangan itu sih, di dominasi ama rangka tempat tidur dan majalah bekas serta beberapa kardus. Gue kemudian iseng nanya apakah gue boleh ngambil barang di sana. Ternyata boleh.

Gue oprek-oprek deh kardus kardus itu, kemudian gue memilih untuk mengambil 2 buah gelas yang keliatan nya bagus dan sebuah buku kecil.
Buku kecil ini gue ambil karena ternyata buku ini adalah sebuah diari. Dari dulu gue penasaran kaya apa sih diari yang full lengkap di tulis, soalnya itu buku ampe penuh ke halaman belakangnya.

Malam nya, sambil gue berbaring di tempat tidur gue, gue mulai membalik-balik halaman demi halaman di diary itu. Penulisnya bernama restriani yang lahir 2 januari 1982.
Diari itu sendiri bertanggal awal 7 january 1997. 8 tahun yang lalu.

Friday, June 17, 2005

Asumsi

Beberapa bulan ini, di tv sering muncul tentang iklan susu yang katanya bisa memperlambat penuaan sehingga di masa tua ( sekitar 50-60) gitu elo bakalan tetep bisa kelihatan muda dan tetap bersemangat. Terus terang sih gue lupa apa nama produk susu yang di iklan itu, tapi kira2 cerita nya gini :

Fragment 1: Suasana suami istri muda, umur sekitar 20an
Sang istri berjalan dengan anggun membawa 2 gelas susu, kemudian memberikan satu gelas kepada suaminya yang sedang duduk dikursi membaca koran. Sang istri dengan tetap berdiri meminum susu tersebut, sedangkan sang suami sembunyi-sembunyi membuang susu itu ke tempat minum kucing yang ada di dekatnya.
End of fragment 1.

Fragment 2: Suasana suami istri , umur sekitar 40an
Sang istri (yang keliatan masih cantik walau agak berumur) berjalan dengan anggun membawa 2 gelas susu, kemudian memberikan satu gelas kepada suaminya (yang mulai keliatan tua) yang sedang duduk dikursi membaca koran. Sang istri dengan tetap berdiri meminum susu tersebut, sedangkan sang suami sembunyi-sembunyi membuang susu itu ke tempat minum kucing yang ada di dekatnya.
End of fragment 2.

Fragment 3: Suasana suami istri , umur sekitar 40an
Sang istri (yang keliatan tua namun tetep cantik dan seger) berjalan dengan anggun membawa 1 gelas susu, sedangkan di sebelahnya ada suaminya yang keliatan ubanan, tua dan lemes yang sedang ketiduran di tutupin koran. Sang istri dengan tetap berdiri meminum susu tersebut.
End of fragment 3.

Maksud dari iklan:

Memperbandingkan orang yang dari muda minum susu tersebut, pada usia tua nya akan tetap keliatan jauh lebih muda dan kelihatan lebih seger.

Tapi kalau kita dengan lebih lanjut melihat iklan tersebut, dengan mempertimbangkan fakta2 ini :
1. Umur 20an, istri memberi susu kepada suami, kemudian suami diam2 membuang susu tersebut ke tempat minum kucing di sebelahnya.
2. Umur 40an, istri memberi susu kepada suami, kemudian suami diam2 membuang susu tersebut ke tempat minum kucing di sebelahnya.

Ini berarti dalam durasi 20 tahun, si istri selalu melakukan ritual yang sama : memberikan susu utk suaminya, namun si suami diam2 membuangnya.
Kalau kita berpikir secara logis :
1. Istri normal TIDAK akan memberi sesuatu utk di buang lagi oleh semuanya.
2. Se ndableg2nya istri, tidak mungkin dia selama 20 tahun tidak tahu kalau suami nya selalu membuang susu yang ia berikan, ke tempat yang deket banget pula.

Kesimpulan:
Dalam waktu 20 tahun, si istri memang tetep keliatan lebih muda, namun menjadi lebih ndableg sebab tidak bisa menyadari kalau suaminya selalu membuang susu pemberiannya.

Monday, June 13, 2005

Meeting

Kemarin untuk pertama kali nya gue meeting di luar kantor gue. Kemarin, untuk pertama kalinya juga gue menjadi satu-satu nya perwakilan kantor gue dalam meeting tersebut. Baru pertama kali juga gue ikut pre tender meeting ginian, dimana beberapa kompetitor kantor gue juga ikutan.

Wah kok tumben2 nya elo ikut meeting sih chris ?
kemungkinan ada tiga alasan:
1. Cuman gue satu-satunya di kantor gue yg nge baca tender dokumen, nge analisis and keluar dengan kesimpulan teknis.
2. Bos-bos di atas berbaik hati untuk memberikan gue waktu untuk jalan2 ke luar kantor.
3. Bos-bos lagi gak ada waktu untuk meeting ini karena mereka lagi pada sibuk. terpilih lah gue sebagai prajurit tempur eh peserta meeting.

hmmm, yang mana yang bener ya....


oke lanjut deh....
terus terang gue deg-deg an juga ikutan meeting ini.Soalnya yang hadir gue yakin udah pada 40an dan udah profesional banget, di bandingkan gue yang baru 3 tahun kerja sejak lulus kampus. Saat2 begini dech dimana gue bersyukur banget kalau muka gue keliatan tua......
Nervous juga, gue jadi sempetin baca2 untuk ke dua kalinya sebanyak mungkin dokumen2 tender tersebut selama perjalan ke tempat meeting.


Akhirnya gue tiba juga di tempat meeting ( lagi-lagi telat 10 menit- untung meeting nya belum mulai) dan bengong2 doang di sana, karena pada bule2 doang yang ada, gak ada orang indo satu pun yang keliatan kecuali satpam and gue sendiri.
Untungnya, gue cuman bengong sekitar 5 menitan, kemudian nongol orang indo juga. Dia memperkenalkan diri sebagai representative dari salah satu kompetitor kantor gue. Gue lupa tapi euy namanya, kalau gak salah ada Hutabarat nya gitu deh.
Gue juga dengan gaya se profesional mungkin ( yeach, cukup profesional I guess, gue ampe bangga ama diri gue sendiri), memperkenal kan diri sebagi perwakilan dari kantor gue.

Setelah mengetahui kalau gue pipeline engineer, si Pak Hutabarat pun langsung memberitahu kalau dia lagi mencari seorang pipeline engineer. Gue dengan polite nya, cuman menanggapi dengan kata-kata " Oh ya ?".

Cuman dengan dua kata simple " Oh ya" dan pembicaraan kami berikutnya berubah menjadi mirip dengan interview kerjaan seperti :
udah berapa lama kerja ?,
biasa nganalisis apa aja ?,
punya field experience tidak ?
Mau di gaji berapa ?(eh yang ini sih enggak, gue buat2 sendiri ini..).

Untung pembicaraan ini segera berakhir, gue ngerasa gak comfort ajah di ajak ngobrol ginian, dimana gue di situ sebagai wakil kantor.

In the end, meeting nya berjalan dengan baik. Yap, yang hadir emang tua-tua,dan gue bisa di bilang paling muda di sana. Ada presentasi sedikit, terus di lanjut kan dengan tanya jawab. 10 menit awal sesi tanya jawab cukup menarik, ada beberapa point yang gue pengen tanya cuman udah keburu di ambil ama orang laen.

Menit ke 11 dan menit-menit berikutnya, tanya jawabnya berubah jadi membosan kan. Karena semua pertanyaan itu ada jawabannnya di tender dokumen yang udah di bagikan ke semua peserta utk di baca seminggu an yang lalu. Gue jadi sadar, kayanya di antara orang2 tua yang jadi kompetitor ini cuman gue yang baca dokumen nya.

So much with nervous n my preparation...

Thursday, June 09, 2005

Beda nya Bule n Indo

Pulang kantor tepat jam 5 (sesuai jam pulang kantor resmi)
Bule : Wah orang bule memang tepat waktu dan bekerja efisient
Indo : Dasar gak loyal, ga niet kerja, pemales !

Pulang kantor ampe jam 10an malam
Bule : Emang loyalitas atas perusahaan dan dedikasi nya terhadap pekerjaan gak di ragukan dech....te o pe be ge te, gitu lho...
Indo : 1. Wah, lagi ngejar setoran ya mas, makanya ngejar uang lembur terusssss
2. Emang dia kerja nya gak efisient sih, rada lelet mikirnya, pantes ajah lembur mulu.

....it is a joke only hahahahaha...

ck