Friday, October 28, 2005

THR

Dua hari yang lalu, pintu kos gue di ketuk oleh seorang hansip. Pikiran gue langsung nge link, apakah ada tetangga kos yang komplein karena gue pernah lupa nutup gorden pada saat gue ganti baju, atau kebiasaan gue yang suka nonton dengan suara speaker gede walau jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi.
Thankfully bukan karena itu.
Si hansip cuman minta sumbangan tambahan uang keamanan, karena mereka mesti menambahkan personnel hansip selama libur panjang puasa. 3 lembar lima ribuan, gue layangkan lah ke si pak hansip.

Esok harinya, aku mengutarakan ini kepada temen kantor, mereka langsung menjawab kemungkinan itu cuman akal2an hansip sajah supaya mereka mendapatkan THR.

Ada kebiasaan di jakarta, kalau untuk orang2 seperti satpam, office boy dan cleaning service, biasa secara pribadi orang2 di kantor yang terhitung cukup mempunyai kelebihan memberikan sedikit uang atau pun baju kepada mereka.


Aku tahu kebiasaan ini, setelah aster complain kepada gue. Bukan masalah pemberian nya, cuman treatment satpam, office boy dan cleaning service ini, akan lebih perhatian kepada orang-orang yang memberi mereka THR ketimbang orang-orang yang tidak sama sekali memberikan nya.



Aku bilang dulu pada aster, yah wajar dong, kalau elo memberi treatment lebih kepada orang2 yang memang lebih peduli akan nasib elo. Aster cuman menggerundel, mengemukakan alasan-alasan yang gue udah lupa sekarang.