Thursday, January 05, 2006

Thai a wonderful place to travel

Tulisan ini sebagai summary of my travel in thailand........



Terus terang gue kagum dengan thailand. Mereka bener-bener serius dalam mengurus masalah turisme. Dengan kunjungan 8 juta turis setahun, asumsi satu orang menghabiskan 1000 dolar, maka minimal devisa 8 Billion dollar thailand raih setiap tahunnya.
Orang-orang thai pun ramah terhadap pendatang-pendatang, senyum dan ucapan sawasdee (selamat datang), sering terucap terhadapku.
Informasi-informasi tentang thai turisme juga gampang di dapat. Berhubung gue gak mau beli guide tour gitu, namun informasi-informasi mengenai turisme di internet dengan sangat gampang di dapat. Tapi gue sih saranin kalau mending kita bawa guide book gitu, aku sendiri di pinjemin buku guide tur oleh si Darwid.

Kalau hostel sendiri sih walau kita tidur ama orang-orang yang tidak kita kenal, menurut gue cukup aman, cuman kita mesti ngambil tindakan-tindakan pencegahan sendiri. Semua barang-barang berharga gue, selalu gue bawa dalam tas kecil gue.

Pilihan wisata sendiri sangat banyak di thailand, dari putihnya pasir pantai, kealamian hutan-hutan utara thailand hingga kehidupan suku-suku pegunungan di thailand. Untuk berbelanja pun, sangat banyak pilihan. Tinggal di daerah Silom road di bangkok, ternyata memberi banyak keuntungan karena ada nya pasar yang 24 jam.

Mejadi seorang pengelana sendiri seperti gue lakukan, memberi banyak keuntungan. Gue bisa pergi ketempat manapun yang gue mau dengan waktu yang diatur sesuka gue sendiri. Vacation time table yang gue buat sebelum gue pergi, memang banyak membantu, sehingga gue sudah tahu apa yang hendak gue lakukan hari itu, ataupun esoknya. Time table yang gue buat juga menunjukkan cara-cara yang gue butuhkan untuk mencapai suatu tempat tujuan, sekaligus harga dan jadwal transportasi umumnya.

Tidak enaknya menjadi pengelana adalah gue terkadang merasa kesepian, butuh temen bicara. Untung novel-novel yang gue baca cukup membantu untuk menghabiskan waktu. Buku-buku ini sendiri aku beli di toko-toko buku bekas yang cukup banyak bertebaran di pusat-pusat keramaian kota. Sangat murah, cuman sekitar 40an rebu.

Godaan untuk melanjutkan perjalanan ke laos atau burma, dengan pantai-pantai nya yang masih perawan juga sangat menggoda pada saat gue di chiangmai, cuman sayang karena gue udah terikat dengan jadwal gue, akhirnya terpaksa gue tetep ikut dengan rencana gue. Mungkin rencana berikut gue adalah mengunjungi china dengan keindahan dan kealamian alamnya.

Mungkin ada yang bertanya,kenapa gue gak travel aja keliling indonesia, toh masih banyak tempat-tempat menarik yang belum pernah gue kunjungin. Aku sih pingin ingatin, kalau perjalanan bukan saja melihat-lihat tempat-tempat wisata yang menarik, cuman juga berinteraksi dengan kehidupan setempat juga sangat menarik. Melihat bagaimana orang-orang hidup di bagian dunia yang berbeda dengan kita, dengan segala keunikannya dan mungkin kekacauannya.

Gue sendiri sangat tertarik menyusuri lorong-lorong pemukiman padat di bangkok, yang walaupun rumah-rumahnya terlihat sederhana namun jalannya terlihat cukup bersih. Gue juga melihat jajaran salon-salon di lorong-lorong jalan yang uniknya, banyak turis-turis barat yang mengunjungi. Hal-hal ini adalah sesuatu yang gak bisa kita dapat dengan ikutan tour ataupun muter-muter di indonesia.
Seorang ibu yang suka jalan-jalan keliling dunia, bercerita bahwa pengalaman adalah satu-satunya kekayaan yang elo bisa bawa keliang kubur.

Salam ya... see u in my next blog.

No comments: