Sore itu, matahari masih berona kuning terang dan langit pun membuncahkan warna biru muda yang tenang. Sebuah sore yang tenang, dimana gue dan seorang teman dari Malaysia, sedang menghirup teh tarik yang nikmat, di sebuah kafe di Bandara Labuan, Sabah Malaysia.
Kami berdua barusan melakukan site visit di sebuah Terminal Gas, dan selagi menunggu keberangkatan pesawat, kami pun menghirup kopi dan ngobrol ngalor ngidul. Awal pembicaraan yang cuman soal kerjaan menjadi melebar kemana-mana.
Sang kawan bercerita kalau di Malaysia, sekarang sedang heboh tentang penarikan 5 merek teh celup yang populer dari pasaran, karena badan POM (Pengawasan Obat & Makanan) Malaysia menemukan bahwa kalori yang terkandung dalam teh celup itu melebihi takaran kalori yang di cantumkan pada bungkusan nya.
Sang kawan juga, mengungkapkan kekhawatirannya, karena dia sekeluarga, merupakan penggemar minuman teh. Ibaratnya, tiada hari tanpa teh.
Gue langsung tersenyum saja mendengar kekhawatiran sang teman.
Tambahan kalori di teh ???
Akhirnya gue cerita juga lah, kalau di indonesia sedang heboh tentang formalin dan bakso tikus. Dimana POM indonesia menemukan kalau banyak produsen tahu, ayam, ikan dan bakso memakai formalin ( yang padahal adalah pengawet mayat.... mayat bouw) untuk mengawetkan bahan-bahan makanan tadi. Jangan di tanya deh soal racun yang di kandung, kan formalin untuk mayat kok,malah di pakai untuk orang.
Belum lagi daging tikus ( tikus got gitu sih... hueeeek) yang dipake untuk ngebuat bakso....
Sang temen malaysia pun kaget-kaget denger cerita gue. Dengan tersenyum simpul, dia akhirnya mengatakan, betapa kecilnya masalah extra kalori di teh yang heboh di malaysia, ketimbang formalin di indonesia
I guess, mungkin inilah pepatah lain padang lain belalang apply.....
1 comment:
mau dong blog yg di papua...
Post a Comment